Tantangan terbesar biasanya bukan harga cloud-nya, tapi biaya yang tidak terkontrol: resource idle, over-provisioning, dan lisensi yang berlebih. Tim developer sering meninggalkan instance menyala walau tidak dipakai, sehingga tagihan antar departemen jadi tidak jelas. Solusinya dengan menerapkan FinOps: 1) bangun cost visibility agar semua tim bisa melihat tagihan per project atau unit; 2) pasang budget dan alert sejak awal, jangan menunggu tagihan datang; 3) right-size resource secara rutin dan manfaatkan reserved instance atau spot instance untuk workload yang predictable; 4) matikan otomatis resource non-produksi di luar jam kerja; 5) tetapkan ownership, setiap tim bertanggung jawab atas biaya yang mereka pakai. Dengan begitu biaya cloud menjadi investasi yang terukur, bukan biaya liar.